Lifestyle

Perjalanan Keberlanjutan APRIL Paper Sejauh Ini

Kelestarian lingkungan selalu menjadi perhatian utama APRIL Paper. Oleh sebab itu, prinsip-prinsip keberlanjutan selalu dijadikan pegangan dalam operasionalnya.

APRIL Indonesia diketahui oleh publik sebagai salah satu pemain besar dalam industri pulp dan kertas. Mereka merupakan salah satu produsen terkemuka dengan kapasitas produksi besar. Per tahun, APRIL sanggup memproduksi pulp hingga 2,8 juta ton dan kertas mencapai 850 ribu ton.

Kemampuan itu patut diapresasi ketika melihat cara APRIL Asia dalam memperoleh bahan baku. Mereka tidak pernah mengambil kayu untuk membuat pulp dan kertas. Sebaliknya, APRIL membuat perkebunan sendiri yang dikelola dengan konsep terbarukan.

APRIL Paper menyerahkan pengelolaan perkebunan kepada unit operasionalnya, PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP). RAPP lalu menjalin kerja sama dengan 40 mitra pemasok jangka panjang untuk mengelola kebun seluas 476 ribu hektare yang ditanami akasia.

APRIL Indonesia memilih membuat perkebunan karena sangat memegang prinsip keberlanjutan. Sejak dulu, mereka ingin aktif menjaga alam. Oleh karena itu, operasionalnya selalu diarahkan agar memberi dampak positif kepada lingkungan.

Keberlanjutan malah dipandang oleh APRIL Asia sebagai sebuah perjalanan yang tak perah berhenti. Ini berlangsung terus-menerus. Hal tersebut ditandaskan oleh Director of Corporate Affairs APRIL, Agung Laksamana.

“Frasa yang pantas untuk menggambarkannya adalah perjalanan,” ujarnya. “Kami meraih kemajuan dalam menggapai target jangka panjang kami yakni pertumbuhan bisnis yang memberi manfaat kepada ekonomi lokal dan masyarakat. Bersamaan dengan itu, kami mampu menggapai dampak positif bagi lingkungan.”

APRIL Paper memang melakukan banyak upaya untuk menjaga operasionalnya selalu dalam koridor prinsip keberlanjutan. Hal itu dilakukan sejak dulu hingga kini. Apa sajakah itu? Berikut ini beberapa di antaranya.

KONSERVASI

        Konservasi menjadi salah satu aspek penting dalam perjalanan keberlanjutan APRIL Paper. Sejak 2005, mereka telah melakukan perlindungan terhadap hutan yang bernilai tinggi di area konsesinya. Sebagai dasar pemilihan kawasan konservasi, APRIL sebelumnya melaksanakan 37 kajian Nilai Konservasi Tinggi (NKT) atau High Conservation Value (HCV) dengan menggunakan Perangkat HCV Indonesia (HCV Indonesia Toolkit).

Hasil dari langkah tersebut adalah keberadaan lahan seluas 419 ribu hektare yang dilindungi. RAPP bersama dengan para mitra pemasok jangka panjangnya menjalankan perlindungan tersebut.

Dalam menjalankan konservasi, APRIL Indonesia menata lahan konsesinya dengan model ring plantantions. Caranya dengan membuat perkebunan akasia di sepanjang pinggiran area konsesi sebagai zona buffer (penahan) yang melestarikan kawasan hutan konservasi di bagian tengah. Model ini juga menurunkan kemungkinan terjadinya pembalakan liar dan perambahan manusia, dan sekaligus berfungsi untuk melestarikan satwa liar yang hidup di dalamnya.

RESTORASI

Semenanjung Kampar dan area Pulau Padang di Provinsi Riau sejatinya merupakan kawasan hutan gambut dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, sudah sekian lama, hutan di sana rusak.

Kondisi ini membuat APRIL Asia mau melakukan dukungan berupa sponsor dana kepada program Restorasi Ekosistem Riau (RER). Sejak Mei 2013, mereka telah berkomitmen untuk membantu pendanaan sebesar 17 juta dolar Amerika Serikat untuk operasional RER.

Upaya ini bertujuan untuk memulihkan lahan dan hutan gambut di Semenanjung Kampar dan sekitarnya supaya bisa berfungsi seperti sedia kala. Langkah itu mencakup lahan seluas 150 ribu hektare.

Keseriusan APRIL dalam mendukung program restorasi ekosistem tersebut semakin terlihat. Pada 2015, di COP 21 di Paris, Perancis, mereka mengumumkan pemberian investasi 100 juta dolar Amerika Serikat (AS) selama 10 tahun untuk kegiatan konservasi dan restorasi kepada RER.

Dukungan tersebut berdampak positif. Saat ini, program pemulihan lahan gambut yang dilakukan dalam RER telah berhasil memulihkan lahan seluas 150 ribu hektare.

MANAJEMEN RISIKO KEBAKARAN

        Salah satu perhatian utama dalam program-program keberlanjutan APRIL Paper adalah antisipasi risiko kebakaran. Terkait hal ini, APRIL melakukan dua langkah penting. Pertama mereka menyiapkan sumber daya untuk merespons terjadinya kebakaran.

Sampai sekarang, APRIL Indonesia menyiapkan 700 anggota Tim Reaksi Cepat. Dari jumlah itu di dalamnya termasuk 260 pemadam kebakaran terlatih, 22 kelompok pencegahan dan pengendali kebakaran berbasis masyarakat.

Selain itu, mereka juga menyiapkan peralatan untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran. Tercatat APRIL menyiapkan helikopter dan 2 perahu amfibi untuk melakukan pengeboman air. Mereka juga membangun 39 menara pengawas untuk memantau kemungkinan kemunculan titik api.

Untuk melakukan operasional tersebut, APRIL Asia mengucurkan dana lebih dari 6 juta dolar AS untuk peralatan pemadam kebakaran saja. Selain itu, dana rata-rata 1-2 juta AS dihabiskan untuk membeli selang dan pompa pengganti setiap tahun. Itu masih ditambah dengan biaya operasional tahunan dari tim kebakaran inti lebih dari 2 juta dolar AS.

Adapun langkah kedua dalam mengantisipasi kebakaran ialah pencanangan Program Desa Bebas Api. Ini merupakan upaya APRIL untuk mengajak masyarakat dan berbagai pihak lain untuk ikut aktif menjaga wilayahnya dari kebakaran.

Program ini dimulai pada 2014 dengan mencakup area di empat desa saja. Namun, saat ini, sudah ada 18 desa yang berpartisipasi. Bahkan, karena sukses mengurangi kebakaran, Program Desa Bebas Api diadopsi oleh kegiatan lain seperti Aliansi Bebas Api.

PENGELOLAAN LAHAN GAMBUT

        Manajemen lahan gambut yang tepat menjadi salah satu fokus lain dalam perjalanan keberlanjutan APRIL Paper. Mereka melakukan perlindungan terhadap area yang masih memiliki nilai tinggi. Pemilihannya didasarkan atas kajian Nilai Konservasi Tinggi atau High Conservation Value (HCV).

Selain itu, karakteristik lahan gambut yang unik membuat pengelolaan air menjadi krusial bagi kelestariannya. Ketika curah hujan tinggi, air di sana menggenang hingga bisa memicu banjir. Namun, kalau lahan kering, akibatnya bisa fatal. Kebakaran berpotensi besar terjadi.

Oleh sebab itu, level air perlu ditata sedemikian rupa. APRIL selalu mempertahankan level air pada kedalaman antara 40-90 cm. Hal ini penting dalam memastikan pertumbuhan optimal dan pengurangan emisi karbon di hutan tanamannya.

Untuk melakukannya, sejumlah kanal dan bendungan dibangun. Ini dipergunakan sebagai sarana untuk mengatur level permukaan air.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

        Harus diakui bahwa sering kali kerusakan lingkungan terjadi karena tangan-tangan manusia. Selain karena keteledoran, alam juga rusak akibat diekspolitasi untuk kepentingan ekonomi. Oleh sebab itu APRIL Paper gencar mengadakan berbagai program pemberdayaan supaya kesejahteraan masyarakat terangkat.

Ada berbagai jenis program yang dilaksanakan. APRIL melakukan pendampingan terhadap berbagai wirausahawan lokal Riau. Mereka diajari manajemen yang baik, tata cara produksi, hingga sistem penjualan. Bahkan, APRIL Asia tak segan membuka kesempatan kerja sama dengan mereka.

Selain pendampingan wirausahawan, dukungan pertanian berkelanjutan juga diberikan. Masyarakat diajari cara bertani dan beternak yang tepat. Harapannya mereka akan mampu mandiri mengembangkan daerah pertaniannya sendiri.

Itulah sejumlah langkah yang diambil oleh APRIL Paper dalam menjaga prinsip keberlanjutan di perusahaannya. Mereka terus melakukannya dari dulu hingga kini supaya alam tetap lestari demi generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *